noemizeta_Blog's

30 Desember 2009

Nama-nama Bulan dalam tahun Masehi..

Filed under: sErbA-SeRbI — Tag:, , , , , , — noemizeta @ 15:53

Dalam sistem penanggalan kalender Masehi atau Gregorian, satu tahun terdiri dari dua belas bulan. Kentalnya hubungan antara kalender Masehi dengan kepercayaan paganisme (kepercayaan menyembah patung atau dewa) bangsa Romawi Kuno bisa dilihat dari nama-nama yang dipergunakan.

Penyebutan nama-nama bulan dipersembahkan untuk menghormati para dewa dan sebagai tanda untuk memuja dewa-dewa tertentu. Perlu diketahui bahwa kalender Masehi sudah beberapa kali mengalami revisi, penambahan dan penyempurnaan. Karena pada awalnya kalender tersebut berasal dari kalender Romawi yang hanya mengenal sepuluh bulan dalam setahun, awal tahun baru dimulai pada bulan Maret.

Hal ini berkaitan erat dengan musim dan pengaruhnya kepada tata kehidupan masyarakat di Eropah. Bulan Maret (tepatnya 21 Maret) adalah permulaan musim panas (equinox musim panas). Awal musim panas disambut dengan perayaan sukacita karena dipandang sebagai bermulanya kehidupan baru, setelah selama 3 bulan mengalami musim dingin.

Jadi, kedatangan musim panas ini dirayakan sebagai ‘perayaan tahun baru setiap tahun’. Jadi secara kronologis kita tidak bisa menyamakan persamaan antara tanggal di masa lalu dengan di masa sekarang. Tanggal 1 Januari di zaman Julius Caesar tentu berbeda kronologisnya di zaman sekarang.

Januari, merupakan bulan pertama dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewa Janus, Dewa bermuka dua, yang satu menghadap ke depan dan yang satunya menghadap ke belakang. Dewa Janus disebut juga sebagai Dewa Pintu.

Februari, merupakan bulan kedua dalam tahun Masehi. Berasal dari nama dewa Februs, Dewa Penyucian.

Maret, merupakan bulan ketiga dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewa Mars, Dewa Perang. Pada mulanya, Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Romawi, lalu pada tahun 45 SM Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depannya sehingga menjadi bulan ketiga.

April, merupakan bulan keempat dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Aprilis, atau dalam bahasa Latin disebut juga Aperire yang berarti ”membuka”. Diduga kuat sebutan ini berkaitan dengan musim bunga dimana kelopak bunga mulai membuka. Juga diyakini sebagai nama lain dari Dewi Aphrodite atau Apru, Dewi Cinta orang Romawi.

Mei, merupakan bulan kelima dalam kalender Masehi. Berasal dari nama Dewi Kesuburan Bangsa Romawi, Dewi Maia.

Juni, merupakan bulan keenam dari tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Juno.

Juli, Merupakan bulan ketujuh dari tahun Masehi. Di bulan ini Julius Caesar lahir, sebab itu dinamakan sebagai bulan Juli. Sebelumnya bulan Juli disebut sebagai Quintrilis, yang berarti bulan kelima dalam bahasa Latin. Hal ini dikarenakan kalender Romawi pada awalnya menempatkan Maret sebagai bulan pertama.

Agustus, merupakan bulan kedelapan dalam kalender Masehi. Seperti juga nama bulan Juli yang berasal dari nama Julius Caesar, maka bulan Agustus berasal dari nama kaisar Romawi, yaitu Agustus. Pada awalnya, ketika Maret masih menjadi bulan pertama, Agustus menjadi bulan keenam dengan sebutan Sextilis.

September, merupakan bulan kesembilan dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Septem, yang berarti tujuh. September pada awalnya merupakan bulan ketujuh dalam kalender Romawi.

Oktober, merupakan bulan kesepuluh dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Octo, yang berarti delapan. Oktober merupakan bulan kedelapan dalam kalender Romawi.

November, merupakan bulan kesebelas dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Novem, yang berarti sembilan. November merupakan bulan kesembilan dalam kalender Romawi.

Desember merupakan bulan keduabelas atau bulan terakhir dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Decem, yang berarti sepuluh. Desember pada awalnya merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Romawi.

Dari penyebutan nama-nama bulan tersebut, kita menjadi tahu bahwa orang-orang zaman dahulu sebenarnya tidak mengenal konsep tahun, walaupun sudah mengenal penanggalan. Maka sesungguhnya bukan waktu, tanggal, bulan atau tahun yang penting tapi bagaimana kita menyikapi waktu yang kita lalui.

dikutip dr : http://analisadaily.com/

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: